Rabu, 06 Juni 2012

PTK PLPG




PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA
MATERI PENGGOLONGAN HEWAN MELALUI METODE DISKUSI
PADA SISWA KELAS IV  SD NEGERI CISALAK 03
KECAMATAN CIMANGGU KABUPATEN CILACAP




UMP.JPG











OLEH :

RASIKEM
No. Peserta. 12030102711327



SD NEGERI CISALAK 03
UPT DISAN PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA
KECAMATAN CIMANGGU KAB. CILACAP




LEMBAR PERSETUJUAN


Proposal Penelitian Tindakan Kelas


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA
MATERI PENGGOLONGAN HEWAN MELALUI METODE DISKUSI
PADA SISWA KELAS IV  SD NEGERI CISALAK 03
KECAMATAN CIMANGGU KABUPATEN CILACAP









RASIKEM
No. Peserta. 12030102711327




Diperiksa dan disetujui Oleh :
                                                                                                  
Kepala Sekolah




WIDODO PUJIYONO,M.Pd
NIP. 19640215 198702 1 004


KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadirat Tuahn Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, peneliti dapat menyusun Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini. Proposal ini disusun dan diajukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas khususnya mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.
Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) disusun berdasarkan kasus dalam pembelajaran IPA di Kelas IV SD Negeri Cisalak 03 UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap, dengan harapan mampu mengatasi kasus yang dihadapi sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat dan mendapatkan hasil yang memuaskan.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penyusunan laporan ini, khususnya kepada kepala sekolah yang telah memberikan kesempatan dan mendukung dilaksanakannya Penelitian.
Penulis menyadari bahwa penulisan Proposal ini masih jauh dari sempurna, untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan. Semoga Proposal Penelitian ini dapat bemanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan.


Purwokerto,   Mei 2012


               Penulis


DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL…………………………………………………………….
LEMBAR PERSETUJUAN…………………..………………………………
KATA PENGANTAR………………………………………………………...
DAFTAR ISI…………………………………………………………………..

i
ii
iii
iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang Masalah………………………………….
B.        Rumusan Masalah………………………………………..
C.        Tujuan Penelitian…………………………………………
D.        Manfaat Penelitian……………………………………….

1
3
3
3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.        Landasan  Teori…………………………………………..
B.        Penelitian Yang Relevan ………………………………...
C.        Kerangka Berpikir……………………………………….
D.        Hipotesis Penelitian…………………………………........

5
11
12
12
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.        Setting Penelitian………………………………………...
B.        Subyek Penelitian………………………………………..
C.        Tekhnik dan Alat Pengumpulan Data……………………
D.        Analisis Data ……………………………………………
E.         Indikator Penelitian………………………………………
F.         Prosedur Penelitian ……………………………………...
G.        Jadwal Penelitian ..………………………………………

13
13
13
14
14
15
16
DAFTAR PUSTAKA
17



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun, meliputi unsur-unsur manusia, material, fasilitas, perlengkapan, serta prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Istilah pembelajaran dewasa ini banyak digunakan untuk mengganti istilah pengajaran karena titik berat peninjauan yang berbeda.
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari Sekolah Dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Selain itu, IPA juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan di rumah, sekolah, dan di dalam kehidupan bermasyarakat.
IPA berhubungan dengan ide-ide atau konsep-konsep yang bersifat ilmiah menyangkut alam sekitar, maka penyampaian materi pelajaran IPA tersebut harus disesuaikan dengan intelektual peserta didik. Pada hakekatnya setiap pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa. Seorang guru perlu menyadari bahwa proses komunikasi yang monoton dapat menimbulkan kejenuhan, sikap apriori peserta didik, atau bahkan kebngungan, salah pengertian, dan miskonsepsi. Untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal tersebut maka diperlukan guru dalam menkomunikasikan materi termasuk salah satunya dalam hal kemampuan memilih atau memfariasikan metode pembelajaran. Ketepatan pemilihan metode pembelajaran khususnya jika dikaitkan dengan ruang lingkup materi dan kemampuan siswa sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa dan membantu proses komunikasi karena dapat memperkecil kemungkinan siswa mengalami kejenuhan akibat pola pembelajaran yang monoton.
Dalam proses pembelajaran seringkali dijumpai adanya kecenderungan siswa tidak mau bertanya pada guru meskipun sebenarnya belum mengerti materi yang disampaikan oleh guru. Dapat ditarik kesimpulan dari hasil analisis nilai ulangan harian bahwa tingkat penguasaan materi pada pembelajaran IPA tentang “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” di kelas IV SD Negeri Cisalak 03 nilainya masih rendah. Pada studi awal, dari ulangan harian hasil yang dicapai hanya 7 siswa dari 18 siswa yang tuntas belajar (menguasai materi 40%). Masalah tersebut jika dibiarkan akan berdampak buruk pada proses dan hasil belajar siswa selanjutnya.
Selama kegiatan pembelajaran berlangsung siswa kelihatan kurang aktif dan kurang tertarik dalam menerima pembelajaran. Hal ini terbukti dengan kurangnya antusiasme siswa dalam mengikuti dan berpartisipasi aktif selama pembelajaran. Banyak siswa yang masih bermain sendiri.
Adapun kondisi ideal yang diharapkan adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga tingkat ketuntasan belajar siswa dapat tercapai, memperbaiki proses dan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang konsep pembelajaran yang diterimanya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta tercapainya tujuan pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu meningkatnya keaktifan dan hasil belajar siswa minimal 85% dari seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran.
Untuk mencapai keterampilan IPA yang optimal, peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan dalam pemebelajaran melalui proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui metode Diskusi di kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2011/2012, pembelajaran IPA dengan materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”.




B.      Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah :
a.         Bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap dalam pembelajaran IPA materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” melalui metode diskusi?
b.         Bagaimana upaya meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap dalam pembelajaran IPA materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” melalui metode diskusi?

C.      Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Umum
Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini, yaitu untuk menjadi masukan bagi guru dan siswa guna meningkatkan prestasi dan keaktifan belajar siswa.
2.    Tujuan Khusus
Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini :
a.         Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui penggunaan metode diskusi pada siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap dalam pembelajaran IPA materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”.
b.         Untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui penggunaan metode diskusi pada siswa dalam pembelajaran IPA materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap.

D.      Manfaat Hasil Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
1.      Sekolah
a.      Dapat meningkatkan kualitas pendidikan para siswa
b.     Memiliki kesempatan untuk berkembang lebih maju.
2.      Guru
a.      Dapat memperbaiki serta memaksimalkan kegiatan pembelajaran
b.     Penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi guru untuk menggunakan metode diskusi dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.
3.      Siswa
a.      Siswa dapat meningkatkan prestasi belajar pada pembelajaran IPA materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya”.
b.     Siswa dapat lebih aktif dalam pembelajaran melalui pemilihan metode diskusi.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.   Landasan Teori
1.      Pembelajaran IPA
Salah satu pelajaran yang diajarkan di dalam sekolah adalah IPA. Pembelajaran IPA merupakan pengetahuan yang sistematis dan tersusun secara teratur, berlaku umum, dan berupa kumpulan data hasil observasi atau eksperimen. Ada dua hal yang menonjol dari IPA, yaitu : pertama IPA sebagai metodologi untuk mendapatkan pengetahuan ilmiah atau sering disebut proses IPA. Kedua IPA sebagai kumpulan pengetahuan ilmiah yang disusun secara sistematis atau sering disebut juga produk IPA. Aplikasi IPA merupakan penerapan metode ilmiah dari konsep IPA dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA adalah pendekatan keterampilan proses dengan metode : inkuiri, discovery, diskusi, eksperimen, dan pemecahan masalah. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, peneliti menggunakan pendekatan diskusi.

2.      Prestasi Belajar
Poerwodarminto (1991:768) berpandangan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai (dilakukan, dikerjakan), dalam hal ini prestasi belajar merupakan hasil pekerjaan, hasil penciptaan oleh seseorang yang diperoleh dengan ketelitian kerja serta perjuangan yang membutuhkan pikiran. Prestasi belajar siswa dapat dicapai oleh siswa jika melibatkan seluruh potensi yang dimiliki setelah siswa itu melakukan kegiatan belajar. Pencapaian hasil belajar siswa tersebut dapat diketahui dengan mengadakan penilaian tes atau evaluasi dalam belajar. Penilaian yang dilakukan dapat untuk mengetahui siswa yang telah berhasil mengikuti pelajaran dan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.


3.      Keaktifan Belajar
Menurut teori Gagne dan Berlier (dalam Rudi Susila, 2007:11.5) berkenaan dengan prinsip aktifitas belajar mengemukakan bahwa belajar menunjukkan kondisi jiwa yang aktif, dimana jiwa tidak sekedar menerima informasi / materi, akan tetapi mengolah dan melakukan transformasi. Berpijak dari teori ini maka seorang guru harus mengupayakan dengan berbagai cara agar subjek belajar (siswa) dapat memiliki sejumlah aktifitas belajar. Upaya untuk mengaktifkan siswa perlu selalu dilakukan guru mengingat setiap individu memiliki potensi rasa ingin tahu.

4.      Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu proses untuk mengetahui sesuatu yang dilakukan dengan sadar dan terus menerus, dengan kata lain belajar adalah mencari ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Demikian juga pengertian belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli dengan mengemukakan definisi menurut sudut pandang masing-masing. Hal ini akan menambah wawasan pengetahuan kita tentang belajar.
Menurut Natawijaya, (Prastowo. 1997:45) “Belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan indiVdu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman indiVdu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.”
Menurut Daljono, (Indah. A. 1997:41) “belajar merupakan kegiatan dan usaha yang mencapai perubahan tingkah laku”. Perubahan tingkah laku itu sendiri merupakan hasil belajar. Perubahan dalam diri indiVdu banyak sekali sifat maupun jenisnya karena itu tidak setiap perubahan dalam diri indiVdu merupakan perubahan dalam arti belajar.

5.      Prestasi Belajar
Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang  setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993:77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.
Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrument yang relevan. Jadi prestasi belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak pada periode tertentu. Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran  terhadap peserta didik yang meliputi factor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan.
Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan seseorang dalam belajar. Testing pada hakikatnya menggali informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Test prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkapkan performasi maksimal subyek dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan ebtanas dan ujian-ujian masuk perguruan tinggi.
Prestasi belajar merupakan hasil evaluasi belajar yang diperoleh atau dicapai oleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dalam kurun waktu tertentu. Bentuk konkrit dan prestasi belajar adalah dalam bentuk skor akhir dari evaluasi yang dimasukkan dalam nilai raport. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa dilakukan evaluasi.
Prestasi belajar merupakan wujud yang menggambarkan usaha belajar yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa, ataupun orang lain dan lingkungannya. Dari pengertian ini dapat dikatakan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melalui proses belajar yang ditunjukkan dalam bentuk angka, huruf ataupun tindakan yang mencerminkan prestasi anak dalam periode tertentu dalam belajar.
Dalam proses belajar mengajar, siswa mengalami suatu perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap. Adanya perubahan ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang dihasilkan oleh siswa dari kegiatan mengerjakan soal ulangan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Kata prestasi belajar mengandung dua kata yakni  “prestasi” dan “belajar” yang mempunyai arti berbeda. Oleh karena itu sebelum pengertian “prestasi belajar” dibicarakan ada baiknya kedua kata itu dijelaskan artinya satu persatu. Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1994:21), menyatakan bahwa prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum.

6.      Hasil Belajar
Hasil belajar atau yang disebut prestasi belajar dalam penelitian ini adalah berupa angka-angka tertentu yang tercantum dalam nilai raport. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai atau dilakukan. Selanjutnya Winkel (2004:162) mengatakan : “Prestasi adalah bukti keberhasilan yang telah dicapai.” Belajar adalah suaatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan, kecakapan/skill, kebiasaan atau sikan yang semuanya diperoleh, disimpan dan dilaksanakan sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan adaptif. Secara singkat belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku yang merupakan hasil dari pengalaman.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1999:43), “Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, atau diciptakan secara indiVdu maupun secara kelompok”. Pendapat ini berarti prestasi tidak akan pernah dihasilkan apabila seseorang tidak melakukan kegiatan. Hasil belajar atau prestasi belajar adalah suatu hasil yang telah dicapai  oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar. Oleh karena itu prestasi belajar bukan ukuran, tetapi dapat diukur setelah melakukan kegiatan belajar. Keberhasilan seseorang dalam mengikuti program pembelajaran dapat dilihat dari prestasi belajar seseorang tersebut.
Untuk memperoleh prestasi/hasil belajar yang baik harus dilakukan dengan baik dan pedoman cara yang tepat. Setiap orang mempunyai cara atau pedoman sendiri-sendiri dalam belajar. Pedoman atau cara yang satu cocok digunakan oleh seorang siswa, tetapi belum tentu cocok untuk siswa yang lain. Hal ini disebabkan karena mempunyai perbedaan indiVdu dalam hal kemampuan, kecepatan dan kepekaan dalam menerima materi pelajaran. Oleh karena itu tidaklah ada suatu petunjuk yang pasti yang harus dikerjakan oleh seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Tetapi factor yang paling menentukan keberhasilan belajar adalah para siswa itu sendiri. Untuk dapat mencapai hasil belajar yang sebaik-baiknya harus mempunyai kebiasaan belajar yang baik.

7.      Motivasi Belajar
Motivasi, diartikan sebagai usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok tertentu bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapatkan kepuasan dengan perbuatannya (Dep. P dan K, 2003:756) dari pengertian tersebut mengandung arti bahwa seorang memiliki motivasi apabila dalam diri seseorang ada kemauan untuk melakukan tindakan. Motivasi adalah dorongan yang tBapakl pada diri seseorang secara sadar atau tidak untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
Motivasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah motivasi berprestasi. Secara umum telah diketahui bahwa perilaku manusia senantiasa dilatarbelakangi oleh motif-motif tertentu. Diantara sekian motif  yang mewarnai kehidupan manusia, salah satu yang berperan besar adalah motivasi berprestasi.
Dengan dipahaminya motif atau motivasi pada diri seseorang, bila dikaitkan dengan prestasi akan mempunyai pengertain tersendiri dan lebih khusus menggambarkan kespesifikan tentang dorongan atau kebutuhan akan gambaran berprestasi yang bervariasi pada diri seseorang.
Konsep motivasi berprestasi pertama kali menggunakan istilah “N Ach” atau Need for Achiement dan dipopulerkan oleh Mc Clelland (Haditono, 1989:8). Konsep ini bertolak dari suatu asumsi bahwa “N Ach” merupakan semacam kekuatan psikologis yang mendorong setiap indiVdu sehingga membuat aktif dan dinamis untuk mengejar kemajuan.
Menurut Lingren (Hariyadi, 1998:87), menyatakan bahwa motivasi berprestasi adalah dorongan yang berhubungan dengan prestasi, yaitu menguasai, memanipulasi, mengatur lingkungan maupun fisik untuk mengatasi rintangan-rintangan dan memelihara kualitas belajar yanag tinggi, bersaing melalui usaha-usaha untuk melebihi perbuatan-perbuatan yang lampau dan mengungguli perbuatan orang lain.
Motivasi berprestasi adalah motif yang mendorong indiVdu untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukurang keunggulan (standart of exellend) (Hadinoto, 1989:16). Ukuran yang dimaksud dapat prestasinya sendiri sebelumnya atau prestasi orang lain.



8.      Metode Diskusi
Slavin (dalam Sabel, 2003:70) berpendapat bahwa, gaya penyajian yang digunakan guru dalam membahas materi pelajaran berpengaruh terhadap perhatian siswa. Berkenaan dengan itu, materi pembelajaran hendaknya disajikan dengan model pembelajaran yang sesuai sehingga siswa aktif dalam proses pembelajaran. Diskusi merupakan jembatan bagi siswa untuk berpikir abstrak. Diskusi adalah salah satu metode dalam pembelajaran IPA dimana anak dapat melihat sendiri, mendengar, merasakan, dan sebagainya (Budi Nuryanta dkk, 1997:45). Diskusi fungsinya agar anak tidak verbalisme.
Menurut Robert J. Havighurt anak SD memiliki 4 karakteristik : senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, dan senang melaksanakan atau memperagakan sesuatu secara langsung.
Sedangkan menurut Cofusius siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda seperti “saya mendengar maka saya lupa, saya melihat maka saya ingat, saya melakukan maka saya memahami”.
Sedangkan menurut Vermon A. Magnesen siswa belajar 10% dari apa yang mereka baca, 20% dari apa yang mereka dengar, 30% dari apa yang mereka lihat, 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar, 70% dari apa yang mereka katakana, 90% dari apa yang mereka katakana dan lakukan.
Dari beberapa pendapat di atas mengisyaratkan peneliti untuk menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran.

B.      Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian Istanti, 2008 yang melakukan penelitian tindakan kelas pembelajaran IPA berbasis Diskovery-Eksperimen, ternyata menunjukkan semangat siswa untuk mempelajari materi yang sedang dipelajari secara aktif dan mandiri. Semangat tersebut terjadi karena siswa dihadapkan pada model pembelajaran yang mereka anggap baru, yang menuntut mereka untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran sehingga siswa membutuhkan prasarat pengetahuan  seperti yang akan dihadapi sekarang

C.      Kerangka Berpikir

Kondisi Awal
Guru belum menggunakan metode Diskusi
Prestasi Belajar siswa masih rendah
Tindakan
(Action)
Guru menggunakan Metode Diskusi

SIKLUS I

SIKLUS II
Terjadinya peningkatan Prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA materi Penggolongan hewan
Kondisi Akhir
 












B.     Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :
1.          Penggunaan metode diskusi pada materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” secara langsung lebih sesuai dengan karaktristik dan perkembangan kognitif siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap sehingga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa.
2.          Peningkatan keaktifan siswa dalam penggunaan metode diskusi pada materi “Menggolongkan hewan berdasarkan jenis makanannya” diharapkan dapat berdampak positif terhadap proses pembelajaran sehingga dapat memicu peningkatan belajar siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap.



BAB III
METODE PENELITIAN

A.   Setting Penelitian
1.  Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di SD Negeri Cisalak 03 Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas dan subyek penelitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.

2.  Waktu Penelitian
Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 4 minggu pada bulan Januari 2012, waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut diambil pada semester II Tahun Pelajaran 2011/2012.

B.   Subjek penelitian
Subyek pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2011/2012. Umur anak-anak kelas IV rata-rata 10 tahun, dimana karakteristik anak usia 10 tahun masih senang bermain, bekerja dengan berkelompok serta melakukan kegiatan yang berbau tantangan. Hal ini merupakan modal yang cukup baik untuk melaksanakan pembelajaran yang bermutu, karena siswa-siswa di SD tempat penulis melakukan penelitian tergolong penurut dan mudah untuk diarahkan.

C.   Teknis dan Alat Pengumpulan Data
1.      Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Cisalak 03 dan teman sejawat.
2.      Jenis Data
Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri atas:
a.       Proses belajar mengajar
b.      Data hasil belajar / tes formatif
c.       Data keterkaitana antara perencanaan dengan pelaksanaan kegiatan

3.      Teknik Pengumpulan dan Analisis Data
a.       Data proses belajar mengajar diambil saat pelaksanaan perbaikan tindakan kelas dengan menggunakan lembar observasi.
b.      Data hasil belajar diambil dengan mengadakan tes formatif.
c.       Data tentang keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan diambil dari RPPP dan lembar observasi.
d.      Dari hasil pengambilan data baik data proses belajar mengajar, tes formatif dan data keterkaitan kemudian dianalisis untuk mencari alternatif pemecahan pada perbaikan pembelajaran berikutnya.

D.      Analisis Data
Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan beberapa tekhnik untuk memperoleh mutu yang memuaskan, analisis data yang dilaksanakan diantaranya :
1)      Analisis motivasi siswa
2)      Analisis biodata dan latarbelakang siswa
3)      Analisis kemampuan siswa
4)      Analisis guru mengajar oleh teman sejawat

E.   Indikator Penelitian
Penelitian difokuskan pada hal berikut ini :
1.         Meningkatkan Prestasi belajar siswa dalam mata Pelajaran IPA sehingga mampu memperoleh nilai maksimal dengan rata-rata minimal 7,00
2.         Memotivasi siswa agar memiliki kemauan belajar dengan mencapai angka keaktifan minimal 75% siswa termotivasi.

F.    Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain :
a.    Perencanaan
1)        Membuat perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi pada tiap pertemuan,
2)        Menyiapkan alat bantu pengajaran yang diperlukan,
3)        Membuat lembar observasi untuk mengemati kondisi pembelajaran ketika pelaksanaan tindakan sedang berlangsung,
4)        Membuat soal tes untuk melihat kemampuan siswa dalam memecahkan masalah sederhana,
5)        Mendiskusikan rencana tindakan yang akan dilakukan dengan teman sejawat.
b.  Tindakan ( Action )/ Kegiatan, mencakup
1)        Siklus I, meliputi : Kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
2)        Siklus II ( sama dengan I )
3)        Siklus III ( sama dengan I dan II )
3.  Refleksi, hasil yang dicapai pada tahap observasi dan evaluasi, selanjutnya dikumpulkan dan dianalisis. Refleksi yang dimaksudkan adalah mengoreksi atau mengkaji ulang hal-hal yang sudah dicapai dan yang belum dicapai, apa kendalanya dan bagaimana cara mengatasinya serta apa yang perlu dilaksanakan pada siklus berikutnya sesuai dengan yang diharapkan.


Perencanaan
Mengamati
Refleksi
Pelaksanaan
 





Tahap-tahap Penelitian Tindakan Kelas


G.   Jadwal Penelitian
Siklus I
BULAN APRIL 2012

Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4
Perencanaan





Pelaksanaan





Pengamatan dan Observasi data





Refleksi





Mg = minggu

Siklus II
BULAN APRIL 2012

Mg 1
Mg 2
Mg 3
Mg 4

Perencanaan





Pelaksanaan





Pengamatan dan Observasi data





Refleksi










DAFTAR PUSTAKA

Ristaka, R dan Prayitno (2006) Panduan Penelitian Tindakan Kelas, Purwokerto, UPBJJ Purwokerto

Kemis & MC. Taggart (1994) The Action Research Planer. Gelong : Deaken, Universiti Pres

Depdiknas (2003). Kegiatan Belajar Mengajar Yang Efektif. Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional.

Ari Kunto, S. Sukardjono, P. Supardi (2006) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Bumi Aksara



0 komentar:

Poskan Komentar